Waspada! Inilah Tips Membeli Rumah agar Tidak Tertipu

Tips Membeli Rumah –  Sekarang ini banyak orang yang memutuskan untuk membeli properti lewat developer terutamanya mereka yang tinggal di kawasan padat penduduk dan perkotaan.
Jumlah lahan dan juga properti yang tersedia kian sedikit dan sempit, sementara permintaan akan rumah dan tanah kian tinggi tiap tahunnya.

Inilah yang kemudian menjadi salah satu unsur kenapa banyak masyarakat lebih memilih memakai jasa developer untuk bisa mempunyai sebuah rumah / hunian. Daripada membangun rumah sendiri, membeli properti dari developer tentu akan jauh lebih gampang dan praktis, setidaknya terdapat beberapa keuntungan atas hal tersebut antara lain :

  1. Properti berada di kawasan yang pantas, sebab perumahan lazimnya akan dibangun pada kawasan yang sudah mempunyai fasilitas publik yang memadai, seperti: listrik, jalan raya, air bersih.
  2. Prosesnya gampang dan simpel, anda tak akan direpotkan dengan urusan mencari lahan, membangun,         atau bahkan mengawasi cara kerja pembangunannya yang                      memerlukan waktu yang tak sejenak.
  3. Lebih gampang menerima KPR, sebab beberapa besar developer akan bekerja sama dengan pihak bank dalam bidang pendanaan pembangunan yang mereka lakukan. Namun ini akan menjadi jalan gampang untuk membeli rumah dengan fasilitas kredit, khususnya bagi Anda yang belum mempunyai dana untuk membeli secara tunai.

tips membeli rumah

 

Sebaiknya anda perlu berhati hati dan waspada sebelum membeli properti dengan memakai jasa developer, sebab tak sedikit developer developer yang tak bertanggung jawab.

Menurut cermati.com ada beberapa kiat yang sepatutnya anda kenal terlebih dulu sebelum membeli rumah.

Pertimbangkan Reputasi Developer

Tips membeli rumah yang pertama adalah berhati hatilah memilih developer, jangan terburu buru sebab bisa saja anda akan mengalami kerugian saat memilih developer yang salah. Pastikan memilih developer dengan reputasi yang bagus, dan mempunyai daya kerja yang bertanggung jawab, sehingga berbagai  urusan Anda terkait dengan pembelian ini bisa berjalan dengan lancar.

Proses  Penyelesaian Sertifikat

Ketika Anda membeli rumah lewat developer, maka sertifikat rumah tersebut masih atas nama developer itu sendiri, di mana hal ini akan memerlukan proses untuk bisa dialihkan atas nama Anda selaku pemilik barunya.
Padahal penting bagi Anda untuk menanyakan sejak awal, kapan sertifikat tersebut akan dialih namakan atas nama Anda. Lazimnya hal ini juga akan tercantum di dalam surat perjanjian jual beli, namun selalu pastikan juga menanyakannya secara langsung kepada pihak developer.

Jangan Bayar DP sebelum KPR disetujui

Jangan pernah membayar sejumlah DP kepada pihak developer sebelum KPR Anda disetujui oleh pihak bank. Meskipun developer tersebut sudah bekerja sama dengan bank daerah Anda mengajukan KPR, namun tak ada jaminan bahwa KPR tersebut akan disetujui oleh pihak bank.

Hindari membayar DP sebelum adanya persetujuan tersebut, sebab dalam beberapa kasus yang seperti ini, di mana DP sudah dibayarkan namun KPR ditolak oleh bank, sejumlah DP tersebut akan susah kembali dan umumnya akan dipotong sekian persen oleh pihak developer.

Rumah Tidak Jadi Sesuai Jadwal

tips membeli rumah

Ini ialah risiko yang sangat mungkin dialami saat membeli rumah lewat developer, di mana Anda mungkin saja berhadapan pada situasi seperti di bawah ini:

a. Rumah tak jadi, meski pembayaran sudah dilunasi.

b. Rumah selesai / jadi di luar sasaran yang diatur (telat).

c. Rumah selesai / jadi, namun tak sesuai dengan standar atau spesifikasi permulaan (buruk)

Hindari berbagai hal di atas dengan metode memilih sebuah developer yang handal dan mempunyai reputasi yang bagus di dalam bisnis yang mereka jalankan.

Kewajiban  Developer Apabila Wanprestasi

Jikalau mengamati besarnya risiko yang Anda tanggung atas pembelian rumah lewat developer, maka amat penting untuk mengantisipasi berbagai tindakan wanprestasi yang mungkin dilakukan oleh pihak developer. Pahami kewajiban ini dengan bagus, Anda bisa menemukannya di dalam perjanjian jual-beli rumah tersebut.

Segera  AJB Sesudah  Rumah Jadi

Undang-undang Pasal 37 Tentang Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 Pendaftaran  Tanah, Akta  Jual Beli (AJB) yaitu bukti resmi bahwa hak atas tanah dan bangunan sudah beralih kepada pihak lain. Lakukan hal ini setelah rumah Anda selesai dibangun.

Segera Urus Status SHM

Menurut AJB selesai, Anda akan menerima sertifikat SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) dari pihak developer, di mana hal ini bisa Anda gunakan untuk mengubah sertifikat menjadi SHM. Jikalau developer tak mengurus hal ini untuk Anda, maka Anda mesti langsung mengurusnya sendiri.

IMB Juga Sangat Penting

Undang-undang Undang-Undang 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, mempunyai syarat bahwa untuk mendirikan bangunan gedung di Indonesia diharuskan untuk mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini wajib dan selalu pastikan bahwa rumah yang dibeli mempunyai IMB tersebut. Hal ini akan membantu Anda untuk menghindari berbagai masalah di kemudian hari terkait dengan izin bangunan tersebut.

Jangan Transaksi Dibawah Tangan

Tips membeli rumah yang terakhir adalah jangan pernah menjalankan transaksi seperti ini, sebab ini benar-benar berisiko untuk menimbulkan kerugian. Lakukan sesuai prosedur, seandainya ternyata rumah tersebut masih diagunkan ke bank, maka lakukan pengalihan kredit di bank dengan dikuatkan akta notaris.

Pilihlah developer bertanggung jawab dan mempunyai reputasi bagus. Dalam memilih developer, Anda akan memerlukan sejumlah kabar terkait dengan performa dan juga pelayanan mereka selama ini. Jangan terburu-buru, sebab hal ini mempunyai risiko yang tinggi di dalam keuangan.

More from our blog

See all posts
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn